Wednesday, July 09, 2008

Terima Kasih Cinta

Tersadar didalam sepi ku
Setelah jauh melangkah

***
Cahaya kasih Mu menuntun ku
kembali dalam dekap tangan Mu

Terima kasih Cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi semua…
kesalahan ku yang pernah menyakiti Mu

Tanpa Mu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri

Back to ***

/*Ijinkan aku tuk tetap mencintaiMu...sampai nanti, sampai mati*/

Thursday, July 03, 2008

CINTA DALAM HATI

Inikah yang dimakan kerinduan. Ketika cinta padanya terasa begitu besar. Genap 9 bulan sejak 3 september 2007 silam. Baru terasa ternyata aku begitu lemah tanpanya. Serasa separuh jiwa melayang pergi jauh bersamanya.

Pulanglah, walau hanya sehari. Mengulangi saat2 indah kita. Menyapa pagi dengan dekapan hangat, bersandar manja pada bahu tulusmu. Kan kusiapkan sarapan kesukaanmu. Yang ini akan jauh lebih baik. Dengan mengerahkan seluruh cinta. Penuh suka cita walau hanya alakadarnya. Hanya sebatas itu yang aq bisa untuk membuatmu bahagia, belum lebih…

Pulanglah, walau hanya sejam. Kedua telingamu yang selalu setia mendengarkan celotahan2ku. Yang ini bukan lagi cerita2 sendu. Tapi cerita2 lucu yang membuatmu tertawa bahagia. Tak lupa juga cerita2 indah yang membuatmu merasa bangga. Tak ada yang melebihi kesabaran, pengertian, pengorbanan, dan rasa cintamu terhadapku.

Pulanglah, walau hanya sekejap. Ku ingin melihat senyum indahmu. Hanya senyummu. Satu2nya keikhlasan untuk bisa melepasmu. Menyadari bahwa disanalah tempat yang paling membahagiakan untukmu

Kuingin kau tahu diriku disini menanti dirimu
Meski kutunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya

Dan ijinkan aku memeluk dirimu sekali ini saja
Tuk ucapkan slamat tinggal untuk slamannya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja

Ya Rabb… Maafkan Cinta ini, sayang ini, rindu ini…

Wednesday, January 23, 2008

Cintailah Raga dengan Sehat

“Rasul cinta kepada mukmin yang kuat dari pada yang lemah.”

Kita semua menyadari betapa pentingnya arti kesehatan. Siapa dari kita yang tidak ingin memiliki raga yang sehat??? Pasti tak ada satupun dari kita yang mengacungkan jari telunjuknya untuk itu. Kesehatan adalah salah satu modal dasar untuk kita dalam melakukan setiap aktivitas, baik itu belajar, bekerja dan melakukan beragam aktivitas positif lainnya. Dengan sehat pula, kita dapat melakukan segala aktivitas menjadi lebih optimal. Tidak mengherankan jika berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan label sehat tersebut. Mengatur pola hidup sehat, makan makanan yang halal dan thoyib (baik), dan pastinya dengan melakukan olahraga.

Untuk kita sebagai pemuda yang mungkin berkecimpung dalam sebuah pergerakan Islam, ataupun sebagai seorang profesional yang berusaha menjalankan amanah dengan baik, pastilah harus ditopang dengan kekuatan. Hal itu dapat diwujudkan melalui olah raga ataupun kegiatan lapangan lainnya.

Hasan al-Banna menjadikan Quwwatul jism ( Kesehatan jasmani) sebagai rukun pertama dalam 10 karakter kader dakwah. Kenapa? Jawabannya adalah, seorang pejuang dijalan Allah, sebaik dan sehebat apapun, tanpa didukung oleh kekuatan dan kesehatan yang prima tidak akan menopang dakwah secara sempurna. Ada saja halangan yang dilontarkan. Sakitlah, tidak enak badanlah, capeklah, dan masih banyak alasan yang dilontarkan untuk membebaskan diri dari kewajiban.

Nah, untuk mewujudkanya itu, aq mencoba mengaplikasikannya dengan mengikuti senam DORA (Divisi Olah Raga), bersama teman2 satu DPRa. Kegiatan itu pertama kali dilakukan pada ahad 25 maret kemaren. InsyaAllah akan dilakukan rutin pada tiap pekanan berikutnya. Seru!!! Maklum, aq sendiri sudah lama gak berolah raga, apalagi melakukan senam. Senam DORA ini dikombinasikan antara gerakan aerobic dan karate. Senam ini tak luput dari jurus2 yang terdiri dari gerakan pukul, tangkis, tendang. Lumayanlah untuk merenggangkan otot2 tangan-kaki dan mudah2an bisa mencapai target 45. Apaan tuh??? Rahasia dooong

Bagaimanapun juga dunia pergerakan akan selalu berputar layaknya roda. Sehat jasmani dan rohani sangat diperlukan untuk ini. Keduanya akan saling melengkapi. Bila kita tidak berpegang kuat niscaya kita akan terlempar dari indahnya berjuang dijalan Allah. Apalagi bila kita diam, kita akan terpelanting. Dan Allah tidak segan-segan mengganti kita dengan kaum yang lebih baik lagi, yang berlemah lembut kepada orang muslim dan keras terhadap orang kafir ( QS. Al- Maidah : 54)

Cintailah raga Anda dengan selalu menjaga kesehatan. Terlebih pada musim pancaroba seperti sekarang. Temukan cara2nya yang disesuaikan dengan cara Anda sendiri. Karena belum tentu cara yang satu cocok dengan cara yang lain. Paling tidak kita sama2 berusaha untuk mendapatkan satu hasil yang sama, yaitu SEHAT :)

Wednesday, January 02, 2008

Desember Bulan Pertautan CINTA???

Desember tlah berakhir...pupus sudah target dipenghujung tahun 2007

Aq "Kapan neh?"
Temenku "InsyaAllah Desember"
Temen lain "Cie...desember...Ada apa neh desember?"
Temenku "Ya...ditunggu aja..."

Berawal dari sebuah kelakar seorang teman, yang mentargetkan dirinya untuk menyelesaikan skripsi dan diwisuda pada bulan desember 2007 kemaren. Karena disampaikan dengan gaya dan bahasa yang mungkin berbeda, tidak seperti mentargetkan diri untuk lulus, maka yang terjadi adalah teman2 malah jadi menerjemahkannya untuk target yang lain. Target untuk lulus malah berbuntut pada target konyol. Apalagi kalau bukan target para lajanger untuk menemukan sang pangeran misterius dan menautkan cinta padanya. Dan anehnya lagi target ini diikuti oleh teman2 yang lain. Apa ada yang menarik dan unik dari bulan tersebut??? Sepertinya enggak ada.

Yang aq tahu, waktu yang baik untuk menikah yaitu setelah idul fitri atau idul adha yaitu bulan Syawal dan bulan Dzulhijah (maaf klo salah). Karenanya pada bulan tersebut bisa dikatakan musim nikah oleh kebanyakan orang (ternyata bukan duren aja yang musim). Hampir tiap hari sabtu-ahad selalu ada hiasan janur kuning ditiap gang. Sampe2 Bang Ben bikin lagu yang salah satu liriknya "ikan bawal dikawinin". Eh salah, yang bener "Ikan bawal diasinin, bulan syawal dikawinin".

Untunglah aq sama sekali tidak tertarik dengan target konyol semacam itu. Walaupun sebuah target yang dilakukan hanya sekedar bualan mereka belaka. Tapi kalo boleh berharap tanggal 080808 aja (Lha sama konyolnya). Baru tuh menarik dan unik. Dipenuhi dengan angka delapan. Menurut kepercayaan orang china angka delapan itu angka yang bagus, akan selalu mendatangkan keberuntungan karena tidak pernah terputus. Tepat pada hari jum'at, tanggal 080808, jam 08.08, dirumah No.48, Mas kawin serba 8. Walhasil angka bagus, hari bagus, dan dengan pangeran yang berakhlak dan beriman bagus, namanya mas bagus. HALAH!!! Mohon doanya ya...Semoga Allah menghendaki

Salah satu teman SMAku yang lebih parah pecicilannya dari padaku juga menautkan cintanya pada bulan desember ini. Aq sempat merasakan mimpi bahwa dia akan menikah. Dan ternyata benar. Mimpi itu suatu pertanda yang kian menjadi nyata. Ta'liful qulub kita emang kereeeeen. Rasa kehilangan padanya pasti ada. Pasti akan sangat berbeda antara ketika masih single dan double. Bagaimanapun juga aq turut berbahagia untuknya. Ada banyak cerita seru saat proses ta'arufnya. Sampai hari pernikahannyapun dia belum pernah sama sekali melihat rupa seseorang yang akan menjadi teman hidupnya itu. Katanya untuk dapat bisa menjaga hati. "Gimana klo dimukanya ada tompelnya???" celotehku padanya saat itu. "InsyaAllah lebih mengutamakan akhlak dibandingkan wajahnya", jawabnya tegas. Entah pergi kemana sifat pecicilan dan tukang becaandaan yang dulu melekat pada dirinya. Kereeen... Semoga aq bisa mengikuti jejaknya, untuk selalu bisa menjaga hati.

Monday, December 17, 2007

Pesona dirinya ternyata dari … CINTA

Aq datang terlambat. Telat sekitar 15 menit dari waktu yang telah ditetapkan. “Ba’da ashar, dan harus shalat ashar dimusholla tempat kita rapat”. Begitulah ultimatum yang diberikan sang ketua pelaksana, agar peserta rapat datang tepat waktu. Tapi tampaknya ultimatum tersebut tidak berpengaruh, karena pada saat aq datangpun rapat masih belum dimulai. Menunggu peserta lain yang belum pada datang.

Ditempat itu sudah ada beberapa peserta rapat yang duduk saling terpisah dipojok kanan-kiri musholla. Musholla itu tidak begitu luas, mungkin sekitar 6 x 6 meter. Kupandangi sekitar, melihat siapa saja yang telah datang. Ternyata rapat kali ini bukan hanya dihadiri oleh alumninya saja, tapi anggota rohisnya juga.

Ditengah-tengah musholla tampak seseorang yang tengah melaksanakan shalat ashar. Ikhwan dengan celana abu-abu. Ikhwan ini sedari awal telah menarik perhatianku. Disaat menunggu kedatangan peserta lain, pandanganku sering kali tertuju padanya. Memperhatikannya shalat, sampai akhirnya dia menyelesaikan shalatnya. Karena apa ya…aq merasa ada sesuatu pada dirinya yang menarik perhatianku. Mungkin salah satunya yaitu shalat ditengah2 orang yang pastinya akan sungkan kulakukan, tapi tidak untuknya.

Waktu terus berjalan, peserta rapat yang ditunggu sudah mulai berdatangan. Rapatpun akhirnya dimulai. Selama rapat berjalan, selain aq memperhatikan isi rapat aq juga tak luput dari memperhatikan seseorang. Seorang ikhwan yang shalat ditengah kami dengan celana abu2 tadi. Entah mengapa, tapi mataku selalu menyempatkan mencuri pandang untuk memperhatikan segala kegiatan yang dilakukannya pada saat itu.

Mungkin aq terpesona pada dirinya. Tapi saat itu aku belum menemukan jawabannya karena apa. Sepertinya ada kedamaian didalam dirinya. Wajahnya begitu menenangkan. Senyum simpul yang selalu menghiasi bibirnya, semakin menambah kharisma pada dirinya. Yang kuperhatikan, sesekali dia membaca buku Tuntunan Panduan Shalat yang selalu dipegangnya. Pada saat itu aq ga ngerti kenapa seorang muslim yang sudah lebih besar seperti dirinya masih saja membaca buku itu. Apa dia baru belajar shalat??? Masa’ muslim yang sudah besar seperti dia baru belajar shalat? Ah, apa iya? Kenapa ya ?? Atau apakah dia sedang menghapal doa2 atau ingin lebih mengetahui dan mengerti arti dari sebuah bacaan shalat yang digunakan, supaya shalatnya lebih khusuk?

Aq penasaran. Ingin rasanya segera kusibak rasa penasaranku yang tidak seperti biasanya terhadap seseorang. Karena sangat penasaran, akhirnya dengan sedikit memberanikan diri, aku menanyakan siapa dirinya kepada salah seorang alumni akhwat yang lebih aktif menangani Rohis SMA dari padaku.
“Ikhwan yang duduk paling pinggir kiri itu siapa namanya?”
“Sifulan, emangnya kenapa mbak?”
“enggak kok”
“……”
Aq menghentikan pertanyaanku. Dan mencoba kembali memperhatikan rapat semula. Namun akhwat itu kemudian melanjutkan sendiri kalimatnya.

“Dia itu muallaf mbak, baru tiga bulan ini dia masuk Islam”

Serrrr…Tanpa diberi aba2, tiba2 saja kudukku merinding. Kembali tatapanku tertuju pada ikhwan itu, lekat dan lebih lekat…

Subhanallah…apakah ini jawaban atas penasaranku selama ini? Rasa kedamaian dan keteduhan yang kudapatkan begitu melihat dirinya. Seperti berjalan disebuah pelataran pegunungan yang ditumbuhi dedauanan hijau nan rindang, begitu menyejukkan. Seorang muallaf. Seorang yang baru merasakan menjadi seorang muslim, Seorang yang baru saja jatuh cinta. Cinta yang masih lekat dan menggelora. Segala cinta yang ada karena kesadaran, keihklasan, kepercayaan yang bukan semata karena keturunan.

“Bagaimana ceritanya?” Kembali aq bertanya, untuk menuntaskan rasa penasaranku.
“Sejak kelas 1 SMU memang dia selalu berteman dekat dengan anak2 ROHIS, dia juga gak sungkan untuk maen ke musholla saat jam istirahat atau sepulang sekolah. Mungkin saat itu dia sudah tertarik dengan Islam. Akhirnya pada saat dia kelas dua, dia menyatakan keIslamannya di musholla Assyifa (Musholla di SMU kami). Pak Rahmat (Guru agama di sekolah kami) yang membimbing syahadat, disaksikan anak2 rohis yang lain”.

Lantas, untuk apa kehadirannya disini? Jelas ini membuatku tambah kagum terhadapnya. Dengan keIslaman yang baru 3 bulan ini dikecapnya, ia mau aktif terlibat dalam agenda rencana kegiatan pesantran kilat sebagai pemandu anak2 kelas satu. Seseorang yang baru saja mengenal Islam selama 3 bulan yang mungkin secara ilmu masih lebih banyak anak2 yang sudah Islam sejak lahir dari pada dirinya. Lantas bagaimana dengan kita??? Malu sekali rasanya, dengan menggunakan 1001 macam alasan, kita sering sekali enggan untuk bertindak lebih banyak untuk agama yang telah kita anut sejak lahir ini.

Banyak yang bilang Islam yang bermula dari sebuah keyakinan sendiri biasanya memiliki kualitas lebih bagus dari pada Islam keturunan. Mungkin banyak diantara kita yang sedari lahir sudah memeluk Islam, tapi jika ditanya kenapa memeluk Islam jawabannya karena orang tua kita Islam. Lantas kenapa orang Islam harus shalat? Karena banyak orang Islam lain yang shalat. Dan masih banyak pertanyaan lain yang dijawab seadanya saja tanpa ingin mengetahui lebih dalam lagi kenapa Islam dan kenapa yang lainnya.

Selang dua tahun berlalu. Bagaimana kabar ikhwan itu ya??? masihkah kudapatkan ketenangan dan keteduhan yang sama diraut wajahnya? Ya Robb…teguhkanlah pijakannya, mantapkanlah pilihannya, kuatkan juga keimanananya, Amin.

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Qs. Al-baqarah : 256)

“(Mereka berdoa),”Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Qs. Ali Imran :8)

Friday, October 19, 2007

Terlalu Cinta

Tuhan maaf diri ini

Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya

Namun apalah daya ini

Jika ternyata sesungguhnya aq terlalu cinta dia

47 hari sudah…

Aq kangen pada cintaku

Thursday, April 19, 2007

Cinta Terlarang, Tolong aku…

Ini merupakan kisah nyata dari seorang teman. Semoga dapat mengambil ibroh (pelajaran) didalamnya.

Tolong aq…Sahabatku…Dengarkan jerit hatiku
Tentang dia…tentang dia…masih slalu tentang dia

Ajak aku…bersamamu…kemanapun yang kau mau
Tenangkan aku… tenangkan aku… sebab itu yang kumau

Dia pernah membuatku merasa sempurna
Hingga akupun menjanjikan semuanya
Namun ternyata mimpi yang dia punya berbeda...

Aku takkan bisa hidup tanpa dia
Dia yang membuat aku bahagia

Tolong aku untuk melupakan dia
Karena hanya itu yang aku pinta

Aq gak tau siapa penyanyinya. Ada yang tau??? Ah gak penting. Yang jelas judulnya “Tolong Aku”. Tiap bait syairnya, begitu jelas menggambarkan seseorang yang ingin terlepas dari suatu derita, yang mungkin dikarenakan cinta buta. Sama persis seperti yang diutarakannya kepadaku.

Sebut saja namanya yuli (bukan nama sebenarnya). Dia adalah seorang istri dan ibu dari 4 orang anak. Yuli menikah untuk pertama kalinya dengan Yuan (bukan nama sebenarnya lagi) pada saat usia mereka masih sangat muda. Darah muda yang tak terkendali telah meruntuhkan prinsip yang seharusnya mereka jaga. Ya, Yuan kemudian menikah dengan Yuli, karena didorong oleh rasa tanggung jawab yuan terhadap anak yang telah dikandung Yuli. Pada akhirnya pernikahan inipun tidak berlangsung lama. Menurut pengakuan yuli, hal ini dikarenakan yuan menjalin hubungan dengan wanita lain sewaktu mereka berada pada kondisi jarak jauh.

Karena kemarahan dan rasa dendam yang sangat, yulipun melakukan hal yang sama dengan lelaki lain. Kali ini namanya adalah yudi (lagi2 bukan nama sebenarnya). Gejolak itu kembali tak jua terelakkan, bahkan menjadi lebih tragis. Dengan masih menyandang status sebagai istri yuan, yuli telah hamil karena perbuatan yudi. Yuanpun berang, dia tak dapat menerima kelakuan istrinya. Akhirnya yuan menceraikan yuli. Dan lagi2 karena rasa tanggung jawab yang sama, akhirnya yudi menikahi yuli.

Pada pernikannya yang kedua ini, dambaan yuli mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, warahmah, sampai saat ini sepertinya hanya sebatas impian. Pernikahan mereka acapkali dihiasi dengan pertengkaran. Pernah suatu hari, yuli datang kerumahku dengan muka babak belur, hasil kreativitas tangan suaminya. Perlakuan kasar semacam itu kerap dilakukan yudi, jika diantara mereka terjadi cekcok besar. Keduanya memang mempunyai watak yang sama2 keras. Masing-masing tak ada yang mau saling mengalah. Mungkin karena yudi laki2, lebih mengandalkan otot daripada otak untuk menghadapi masalah diantara keduanya.

Pemicu pertengkaran diantara mereka salah satunya yaitu karena masalah ekonomi. Tulang punggung kehidupan keluarga kecil mereka terletak dipundak yuli, bukan yudi. Memang yang selama ini terlihat gesit mencari nafkah adalah yuli. Sedangkan yudi lebih sering terlihat dirumah. Pekerjaan rutinnya hanyalah luntang lantung tak karuan. Seperti yang diketahui, mereka mempunyai empat anak. Satu dari pernikahan yuli yang terdahulu dan tiga dari pernikahannya dengan yudi. Anak2 mereka masih pada kecil2. Mereka sangat membutuhkan asupan makanan dengan gizi yang baik untuk tumbuh kembang yang baik pula. Belum lagi untuk biaya pendidikan mereka dan untuk biaya2 yang lain.

Berkali-kali kata cerai terlontar dari mulut yuli. Bahkan yuli sempat mengurus surat cerai sendiri, karena yudi tak pernah menanggapi keinginan cerai istrinya tersebut. Walau bagaimanapun yudi merasa memiliki anak yang masih pada kecil2 dari yuli yang harus diurus dan dibesarkan bersama. Dan juga dikatakan yudi masih mencintai yuli. Aneh, cinta yang bagaimana??? Kalau memang cinta, dia seharusnya selalu membahagiakan orang yang dicintainya dan senantiasa belajar untuk memperbaiki sikap dan sifat untuk memperoleh kedewasaan dari keadaan yang telah menimpa. Tapi tampaknya hal itu masih berupa harapan, kenyataannya sekarang pertengkaran selalu kembali dan kembali terjadi.

Disaat kejenuhan dan perasaan menderita terhadap suaminya, yuli menemukan tambatan hati lain pada seorang laki2. Kali ini namanya adalah yusril (Bukan nama sebenarnya lagi). Berawal dari telphon salah sambung, kemudian mereka berkenalan, dan akhirnya yuli menjadikan yusril sebagai tempat curhatannya yuli mengenai kondisi rumah tangganya saat ini. Lepas, segala hal diutarakannya bebas sebebas-bebasnya. Dan dari perasaan iba terhadap penderitaan yuli, yusrilpun menyambut gayung dengan hati terbuka. Bak pahlawan kesiangan yang senantiasa ada disisi yuli dikala yuli membutuhkan perhatian. Ketenangan, impian dan harapan baru mulai terajut diantara keduanya. Yusril dirasa yuli lebih baik dibandingkan yudi. Yusril selalu mengingatkannya untuk beribadah, tidak seperti yudi yang jangankan mengingatkan, melakukannyapun tidak. Yuli merasa menjalani kehidupan lebih baik dari pada sebelumnya. Sekarang keberadaan Tuhan menjadi lebih terasa olehnya. Kata tobatpun terucap atas kesalahan2nya dimasa lalu. Atas dasar inilah, yuli semakin kuat untuk meninggalkan yudi dan ingin sekali menambatkan hidupnya dengan yusril. Membuka lembaran baru kehidupan rumah tangga yang lebih baik, dan bahagia tentunya.

Untuk kesekian kalinya, Yuli kembali menuntut cerai. Yudi mengetahui gelagat ada orang ketiga didalamnya. Namun yudi tak bisa berbuat apa2, tidak berani menuntut balik karena dia menyadari kesalahan2nya ataupun memberikan ijin cerainya karena alasan yang telah diutarakan diatas. Keluarga yulipun mengetahui alasan Yuli menggugat cerai Yudi kali ini. Mereka tidak mengijinkan perceraian itu terjadi. Mereka khawatir Yuli akan mengalami kejadian yang sama, seperti dua kejadian sebelumnya yang menjadi penyebab segala penderitaan dalam kehidupannya saat ini. Keluarga bertindak keras menyatakan Yuli tidak boleh berhubungan lagi dengan Yusril.

Perlu diketahui, Yuli ini orangnya sangat nekat. Pergaulannya luas dan bebas. Dia tidak menisolir diri untuk berteman dengan siapapun. Memberikan pengaruh baik ataupun buruk dia tidak peduli. Dia juga pernah berteman dengan orang2 yang hidup dikehidupan malam. Diskotik, rokok, alkohol, bahkan narkoba pernah ia lakoni, untuk melepaskan diri dari penatnya masalah yang semakin membelit.

Saat ini yuli mengaku sudah tidak lagi berhubungan dengan yusril. Namun perasaan dan harapan masih digantungkannya kepada yusril. Apa yang harus aq lakukan, aq bingung… Sabar… sabar… hanya kata2 itulah yang aq sampaikan kepadanya. Berusaha untuk selalu mengingatkan selalu kepadaNya. Dari sifat nekatnya yuli, segalanya mungkin saja bisa terjadi. Perpisahannya dengan yusril terjadi karena kekangan dari semua orang bukan karena kesadaran dari dirinya pribadi. Jangan sampai kesalahan fatal menimpa untuk yang ketiga kali. Sebagai teman tentu aq ga mau terus menerus melihat penderitaan yuli. Tapi bagaimana dengan anak2 mereka? Apakah mereka akhirnya harus hidup dengan kondisi kedua orang tua mereka yang terus2an bertengkar? Atau memang sebaiknya berpisah? Apakah yusril memang lebih baik dari pada yudi seperti yang dikatakan yuli? Ah...Aq bingung. Sekarang giliran aq yang mengatakan “ Tolong aku !!!”.